4 Kondisi Suhu Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui

Muncul Ruam disertai Demam pada Anak? Waspadai Demam Scarlet

Mengetahui suhu tubuh bayi sangat penting dan perlu diperhatikan oleh orang tua. Sebab jika suhu tubuh bayi mengalami peningkatan, maka hal ini dapat menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang melawan adanya penyakit atau infeksi. Sedangkan jika suhu tubuh bayi mengalami penurunan, hal ini dapat menandakan bahwa bayi sedang dalam kondisi kedinginan.

Terdapat banyak penyebab dari berubahnya kondisi suhu tubuh bayi yang perlu dipahami dan diketahui oleh orang tua, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi pada bayi, maka orang tua tidak perlu panik. Berikut ini terdapat 4 kondisi suhu normal bayi yang perlu diketahui oleh orang tua yang umum terjadi.

  1. Suhu Terendah dan Tertinggi Bayi

Biasanya bayi yang mengalami perubahan suhu tubuh disebabkan oleh keadaan sekitar atau keadaan tubuh. Pada umumnya, bayi normal memiliki suhu terendah yang mencapai 35,8° celsius.

Suhu terendah bayi biasa dialami setelah menjalani aktivitas. Disaat bayi sedang tidur, suhu tubuhnya akan menurun, biasanya akan terjadi di tengah malam. Tetapi saat bayi terbangun di pagi hari, suhu tubuhnya akan kembali normal yaitu sekitar 36,1° celsius. Orang tua dapat memeriksa suhu tubuh bayi dengan memasukkan termometer ke dalam mulut bayi secara perlahan.

Sedangkan suhu tertinggi bayi, normalnya akan mencapai 37,5° celsius. Setelah melakukan aktivitas selama seharian, biasanya suhu tubuh bayi akan berubah menjadi tinggi terutama di sore hari. Orang tua tidak perlu khawatir, karena perubahan suhu tubuh bayi yang menjadi tinggi bukan tanda dari bayi sedang mengalami demam, melainkan kondisi ini memang umum terjadi pada bayi.

  1. Perubahan Suhu Bayi Tergantung dengan Kondisi Sekitar

Bayi memang memiliki suhu tubuh yang selalu berubah tergantung dengan kondisi sekitarnya. Misalnya, suhu tubuh bayi dapat berubah berdasarkan waktu saat mengukur suhu tubuhnya, alat yang digunakan saat mengukur suhu tubuh, dan cara memeriksa suhu tubuhnya.

Biasanya suhu tubuh bayi dapat berubah dikarenakan faktor udara di lingkungan sekitar bayi. Jika udara sedang panas, maka suhu tubuh bayi akan sedikit naik. Selain itu, saat bayi sedang aktif bergerak ketika bermain, suhu tubuhnya juga akan naik. Sedangkan jika udara sedang dingin, maka suhu tubuh bayi akan sedikit turun.

  1. Tempat Pengukuran Suhu Tubuh Bayi

Mengukur suhu tubuh bayi dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun cara yang paling dianjurkan oleh dokter yaitu menggunakan termometer air raksa atau termometer digital yang diletakkan di ketiak bayi, karena lebih akurat dibandingkan cara lainnya.

Sedangkan mengukur suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer yang diletakkan di dahi atau dimasukkan ke lubang telinga, dikhawatirkan tidak menunjukkan hasil yang akurat. Mengukur suhu tubuh bayi melalui lubang dubur dengan termometer juga tidak dianjurkan, karena dapat melukai anus bayi.

  1. Memiliki Suhu yang Berbeda Disetiap Bagian Tubuh

Ketika orang tua ingin mengukur suhu tubuh, pastikan telah mengetahui dan memahami bahwa setiap bagian tubuh bayi memiliki suhu tubuh yang berbeda saat diukur dengan termometer. Jika mengukur suhu tubuh dibagian mulut, maka perkiraan suhu tubuh akan mencapai 35,8° hingga 37,5° celsius.

Sedangkan suhu tubuh dibagian dubur dapat mencapai sekitar 36,6° hingga 38° celsius. Untuk bagian ketiak, suhu tubuh bayi kemungkinan mencapai 36,5° hingga 37,3 ° celsius. Dan untuk dibagian telinga, suhu tubuh bayi akan mencapai 35,8° hingga 38° celsius.

Begitulah kondisi suhu tubuh bayi yang perlu diketahui oleh orang tua, agar lebih memahami dan mengetahui lebih rinci setiap kondisi suhu tubuh bayi.