Antara Pinjaman Online Kredivo atau PinjamanGo, Bagus Mana Ya?

Sekarang ini, ada banyak sekali pilihan pinjaman online cepat cair dan mudah yang bisa digunakan oleh masyarakat. Dikutip dari situs OJK, per tanggal 5 Agustus 2020, total jumlah fintech yang terdaftar dan berizin ada sebanyak 158 perusahaan. Dua di antaranya adalah Kredivo dan PinjamanGo. Kredivo terdaftar sejak 21 Maret 2018 di OJK, sedangkan PinjamanGo terdaftar per tanggal 13 Desember 2019. 

Kredivo dan PinjamanGo adalah dua fintech yang saya pilih dan bandingin ketika butuh pinjaman online cepat cair dan mudah. Bisa dibilang, keduanya sama-sama punya posisi yang cukup strong di pasaran. Kalau Kredivo terkenal karena suku bunganya yang rendah dan pilihan merchant rekanan yang beragam. Nah, kalau PinjamanGo, cukup populer salah satunya karena merupakan fintech anak perusahaan dari Sinar Mas Group. 

Lalu buat urusan pinjaman online, yang mana paling bagus antara Kredivo atau PinjamanGo? Langsung aja, berikut ini adalah dua hal utama yang saya bandingin antara Kredivo vs PinjamanGo.

Bedanya Layanan Pinjaman di Kredivo dan PinjamanGo

Dalam hal kredit, Kredivo menawarkan layanan yang sangat lengkap dan semua tersedia dalam aplikasinya. Nggak cuma punya fitur pinjaman tunai berbasis online, Kredivo juga bisa dipakai sebagai alat pembayaran dengan dua pilihan: bayar dalam 30 hari tanpa bunga atau cicilan 3/6/12 bulan tanpa uang muka, di ratusan e-commerce dan merchant. Contohnya, ada Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, Erafone, IKEA online, McDonald, dll. 

Pinjaman online cepat cair dan mudah yang tersedia di Kredivo hanyalah salah satu dari sekian banyak fitur yang bisa digunakan oleh user Kredivo, terutama user premium, sesuai kebutuhan. Kredivo membagi layanan pinjamannya dalam dua jenis: pinjaman mini dan pinjaman jumbo. Kedua fitur ini bisa dengan mudah ditemui dan diakses langsung di laman depan aplikasi Kredivo kalau kita sudah punya akun dan limit yang memadai. 

Pinjaman mini di Kredivo, dapat digunakan bagi yang butuh pinjaman dalam jumlah kecil mulai dari 500 ribu. Tenornya pun cukup singkat, maksimal 30 hari. Lain dengan pinjaman jumbo, yang bisa dipakai untuk pinjaman dengan nominal menengah mulai Rp 1 juta ke atas. Untuk pinjaman jumbo, Kredivo memberikan opsi tenor 3 bulan dan maksimal sampai 6 bulan. Kalau secara keseluruhan, total limit kredit yang diberikan Kredivo bisa mencapai hingga Rp 30 juta dan terbagi ke dalam 4 pilihan tenor: limit untuk 30 hari, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. 

Nah, limit yang tersedia di tenor 6 bulan adalah angka maksimal yang bisa diajukan sebagai pinjaman jumbo. Dan jumlah angkanya akan berbeda-beda setiap pengguna. Kalau saya, kebetulan dapat di angka Rp 10 jutaan. 

Lain Kredivo, lain juga PinjamanGo yang murni merupakan fintech P2P lending yang produknya adalah layanan pinjaman uang berbasis online. Singkatnya, PinjamanGo hanya bisa digunakan untuk pengajuan pinjaman pribadi maupun modal usaha. Nggak bisa digunakan sebagai alat transaksi di merchant seperti halnya Kredivo. 

Ada dua layanan pinjaman di PinjamanGo, yaitu pinjaman pribadi dan pinjaman untuk UMKM. Untuk pinjaman pribadi, limit pinjaman berkisar mulai Rp 1,2 juta sampai Rp 6 juta. Pilihan tenornya ada 2: yaitu 14 hari dan 21 hari. Untuk pinjaman UMKM, limit pinjaman berkisar mulai Rp 2 juta sampai Rp 5 juta namun jangka waktu pinjaman yang tersedia mulai 30 sampai 90 hari. 

Bedanya Suku Bunga Pinjaman & Tenor di Kredivo dan PinjamanGo

Dari perbedaan di atas, dapat dilihat bahwa di sisi tenor pinjaman, Kredivo dan PinjamanGo cukup berbeda. Tenor pinjaman Kredivo lebih panjang dibanding PinjamanGo. 

  1. Tenor pinjaman Kredivo: 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. 
  2. Tenor PinjamanGo: 14 hari, 21 hari, 30 hari/1 bulan, dan maksimal 3 bulan. 

Sementara dari suku bunga, perbandingannya adalah sebagai berikut: 

  1. Suku bunga Kredivo sebesar 2,6% per bulan untuk pinjaman mini atau pinjaman jumbo. 
  2. Suku bunga PinjamanGo: 0,8% per hari untuk pinjaman pribadi. 
  3. Suku bunga PinjamanGo: s.d 0,0017% per hari untuk pinjaman UMKM. 

Kredivo memiliki tingkat suku bunga per bulan yang sama untuk semua fitur kredit/pinjaman. Sementara PinjamanGo mematok suku bunga harian yang akan dikalkulasi sesuai jumlah pinjaman dan tenor yang dipilih. Dari sini terlihat, untuk pinjaman Kredivo vs pinjaman pribadi di PinjamanGo, suku bunga Kredivo jauh lebih rendah. Tapi untuk pinjaman UMKM, terlihat kalau PinjamanGo menawarkan bunga yang lebih rendah dan bersahabat. 

Untuk mengecek hal ini, saya juga mencoba fitur simulasi pinjaman yang ada di aplikasi Kredivo dan melihat simulasi yang ditampilkan di situs PinjamanGo. Contohnya: untuk pinjaman jumbo sebesar Rp 1 juta di Kredivo, rinciannya menjadi: 

  1. Jumlah pinjaman Rp 1 juta. 
  2. Biaya admin 6% dari total pinjaman: Rp60.000. 
  3. Jumlah uang pinjaman yang diterima: Rp940.000 (dikurang biaya admin).
  4. Angsuran per bulan (+suku bunga 2,6%) untuk tenor 3 bulan = Rp359.340. 
  5. Angsuran per bulan (+suku bunga 2,6%) untuk tenor 6 bulan = Rp192.670. 
  6. Total pinjaman yang dikembalikan untuk tenor 3 bulan = Rp1.078.020. 
  7. Total pinjaman yang dikembalikan untuk tenor 6 bulan = Rp1.156.020.

Dari simulasi tersebut, kita sebagai peminjam bisa memilih: mau tenor 3 bulan atau 6 bulan. Sementara itu, di PinjamanGo, untuk pinjaman pribadi sebesar Rp 1,2 juta, rinciannya terbagi menjadi 2. Pertama, untuk tenor 14 hari: 

  1. Jumlah pinjaman Rp 1,2 juta. 
  2. Pendapatan untuk pemberi pinjaman Rp112.967. 
  3. Biaya layanan platform: Rp103.663. 
  4. Biaya layanan teknis: Rp2.769. 
  5. Biaya manajemen risiko: Rp3.547. 
  6. Jumlah uang diterima peminjam = jumlah pinjaman – biaya untuk pemberi pinjaman – biaya layanan platform – biaya layanan teknis – biaya manajemen risiko. Maka nominalnya menjadi Rp977.054. 
  7. Jumlah pinjaman yang dikembalikan/dibayar: Rp 1,2 juta. 

Kedua, untuk tenor 21 hari: 

  1. Jumlah pinjaman Rp 1,2 juta. 
  2. Pendapatan untuk pemberi pinjaman Rp166.700.
  3. Biaya layanan platform: Rp154.100. 
  4. Biaya layanan teknis: Rp1.865. 
  5. Biaya manajemen risiko: Rp2.395. 
  6. Jumlah uang diterima peminjam = jumlah pinjaman – biaya untuk pemberi pinjaman – biaya layanan platform – biaya layanan teknis – biaya manajemen risiko. Maka nominalnya menjadi Rp874.940.
  7. Jumlah pinjaman yang dikembalikan/dibayar: Rp1,2 juta. 

Beda sama Kredivo, PinjamanGo tidak memberikan opsi cicilan melainkan hanya satu kali bayar pinjaman di tanggal jatuh tempo 14 hari atau 21 hari. Dari simulasi di atas terlihat kalau pinjam di Kredivo, uang yang kita terima hanya dikurangi dengan biaya admin. Sementara suku bunga akan dihitung atau ditambahkan ke angsuran bulanan. Di PinjamanGo, semua biaya termasuk biaya layanan/bunga dibebankan di awal dan dipotong langsung dari pinjaman. Tapi, jumlah pinjaman yang dikembalikan sesuai dengan jumlah pengajuan awal. 

Kalau buat saya, skema pinjaman yang ditawarkan Kredivo lebih jelas dan menguntungkan karena nggak ditambah biaya-biaya lain selain biaya admin dan suku bunga. Opsi cicilan juga membuat pinjaman di Kredivo jadi lebih bersahabat karena kita bisa pilih tenor yang sesuai kemampuan. 

Terakhir, kalau kalian tertarik pakai Kredivo atau PinjamanGo, kalian bisa langsung daftar lewat aplikasi dari masing-masing fintech. Baik Kredivo atau PinjamanGo, aplikasinya sama-sama tersedia di Google Play Store atau App Store.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *