Yayasan Kemanusiaan, Peduli Bencana di Sudan dan Sekitarnya

Menjadi warga negara di sebuah wilayah konflik pasti bukan perkara mudah bagi semua orang. Hal ini rupanya sedang dirasakan oleh masyarakat Sudan Selatan. Dengan segala keterbatasannya sebagai negara baru, masih ada beberapa hal yang menyebabkan penduduknya belum bisa hidup tenang. Pemberontakan anti pemerintahan dan kekeringan yang melanda hampir seluruh bagiannya merupakan 2 faktor utama kemunduran Sudan Selatan di berbagai bidang. Lebih parahnya lagi, saat ini tercatat ratusan ribu orang terkena imbas dari kekeringan yakni mengalami kelaparan kritis.

Sudan, sebagai negara tetangga dari Sudan Selatan telah memberikan pengumuman bahwa donasi dan penyaluran bantuan dari negaranya akan terus diberikan. Bahkan Sudan Tribune melaporkan bahwa sudah dibetuk sebuah tim yang akan memberikan bantuan sampai bulan September.

Bahan makanan sebanyak 270 ton akan dikirimkan secara berkala dalam kurun waktu 6 bulan diantaranya jagung, minyak, dan sebagainya. Penyaluran akan diberikan dengan rute jalan darat pada Kota Kecil Renk yang memang menjadi batas wilayah Sudan dan Sudan Selatan. Daerah ini juga merupakan wilayah dengan tingkat keparahan akibat peperangan yang cukup signifikan.

Memang, perang saudra yang terjadi sejak 2013 sangat sulit untuk dipadamkan. Di satu sisi, Presiden Salva Kiir Mayardit memiliki tentara yang bersenjata. Di sisi lain, mantan presiden Sudan Selatan yakni Riek Machar tampak tidak ingin pemerintahan atas presiden yang baru berlanjut. Hal ini merupakan masalah intern dan tidak mudah bagi negara tetangga untuk mencampuri begitu saja. Namun sangat disayangkan, karena masyarakat yang tidak tahu apa – apa sampai terpengaruh dan menjadi tunawisma karena rumahnya hancur atau terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bagi Indonesia, Sudan Selatan juga atau negara manapun memiliki hak yang sama untuk mengakses makanan. Masyarakat Indonesia dan beberapa relaan yang tergerak hatinya membentuk lembaga kemanusiaan bernama Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT secara konsisten telah menyalurkan bantuan untuk sudan dan negara yang sedang dilanda bencana. Meskipun begitu, ACT juga tetap membantu korban dalam setiap bencana local di Indonesia.

Dengan bantuan kita, saudara sesama manusia di Sudan Selatan akan bisa tertolong. Tidak banyak yang bisa kita lakukan, namun dengan bekerja sama dan menghimpun apa yang kita bisa berikan, maka uluran itu akan sangat mengurangi beban mereka. Saat ini, donasi dan sumbangan tenaga sebagai relawan dapat disalurkan melalui ACT. ACT memiliki formulir yang bisa diisi calon relawan atau rekening yang bisa menjadi alur pemberian dana. Jangan tunda pertolongan kita pada mereka, karena bisa jadi itulah waktu terakhir mereka bisa menerimanya.